Dunia
internet yang sejak tahun 1993 dibuka untuk umum, merupakan ruang baru
yang dapat dimanfaatkan manusia tidak hanya dapat berkomunikasi satu
sama lain, tetapi juga dapat mencari informasi, data atau program di
memori komputer. Sementara didunia nyata juga dikenal tempat informasi
adalah perpustakaan, internet dapat disebut sebuah perpustakaan yang
besar yang terdiri dari buku ukuran raksasa yang bernama world wide web atau
disingkat www dan dikenal dengan sebutan WEB. WEB terdiri dari
berjuta-juta halaman yang bertebaran diseluruh penjuru dunia, tetapi
saling berkait satu sama lain melalui apa yang disebut hyperlink, yaitu tulisan atau gambar yang ada disetiap halaman, yang mengacu kehalaman-halaman web lainnya.
Perkembangan
teknologi internet yang semakin menyentuh semua aspek kehidupan ini,
kehadirannya harus disikapi dengan positif. Karena siapapun yang
berinteraksi dengannya akan mendapatkan informasi dalam jumlah dan jenis
yang tak terhingga dalam waktu yang singkat dan cepat. Sebagaimana
diketahui bersama saat ini informasi menjadi kebutuhan hidup manusia.
Bahkan karena pentingnya arti informasi tersebut Bill Gates (CEO
Microsoft Corp) menyatakan "Information is the Power" yang
menggambarkan kekuatan, keunggulan dan manfaat teknologi informasi.
Teknologi informasi merupakan faktor penentu keunggulan dalam era
persaingan bebas melalui kecepatan pelayanan kepada masyarakat,
ketepatan pengambilan kebijakan dan keputusan, efektifitas dan efisiensi
kerja. Hal ini dapat pula diartikan bahwa siapa saja yang memiliki
informasi maka dialah pemenangnya.
Sejalan dengan kemajuan teknologi informasi tersebut, pada dasarnya pemerintah telah berusaha mewujudkan masyarakat Indonesia
yang mampu menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas
hidupnya. Salah satunya adalah kebijakan dalam bidang pendidikan, yaitu
dengan memasukkan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK)
ke dalam kurikulum nasional di Sekolah Dasar dan Menengah. Kondisi ini
juga didukung oleh suatu komitmen yang sudah ditandatangani Indonesia
dalam Word Summit on Information Society (WSIS) 2004), yang
salah satu butir kesepakatannya adalah komitmen bahwa tahun 2015, paling
tidak 50% dari populasi penduduk harus dapat memanfaatkan teknologi
informasi.(Drs.Aulia Reza Bastian, M.Hum, Kedaulatan Rakyat, 3 maret
2005).
Melihat
kondisi objektif di daerah Lampung, penggunaan teknologi internet dalam
bidang pendidikan, khususnya dalam hal pengajaran nampaknya masih belum
optimal. Hal ini berdasarkan pada realita yang menunjukkan minimnya
minat para pengelola atau institusi pendidikan, pengajar dan peserta
didik untuk membuka dan menggunakan internet sebagai media mengembangkan
materi pelajaran dan pelayanan akademik. Walaupun dibeberapa institusi
penyelenggara pendidikan di Lampung telah memiliki sarana Hardware
pendukung yang cukup memadai dan telah mampu membangun website sendiri,
namum secara umum penggunaannya masih sebatas pengelolaan untuk
informasi intern. Di era informasi ini, masyarakat Lampung boleh
berbangga diri karena telah memasuki "Era Digital" yang dibuktikan
dengan adanya penggunaan aplikasi-aplikasi berbasis komputer dan
teknologi informasi di intansi-intansi pemerintahan dan sekolah-sekolah.
Dengan telah adanya dukungan komponen teknologi informasi diharapkan
masyarakat Lampung mampu untuk menyelam lebih dalam guna memanfaatkan
internet sebagai pendukung kegiatan pendidikan. Tentunya dalam rangka
meningkatkan wawasan dan kualitas pendidikan di Lampung. Adapun
pemanfaatan internet dalam bidang bidang pendidikan, dapat dikelompokkan
sesuai dengan penggunanya yaitu sebagai berikut:
Bagi penyelenggara pendidikan,
Internet dapat dimanfaatkan sebagai media promosi dan publikasi kampus
atau sekolah tanpa dibatasi tempat, waktu dan tanpa harus ada orang yang
melayani satu persatu pertanyaan karena semuanya dapat dilakukan secara
virtual dari semua tempat di muka bumi ini. Bahkan internet
mampu memfasilitasi komunikasi yang interaktif dengan masyarakat global
baik ditingkat sekolah/kampus maupun antar sekolah/kampus. Dengan cara
ini akan meningkatkan kualitas kehumasan atau Public Relation institusi
penyelenggara pendidikan dan dapat menurunkan biaya operasional
dibanding dilakukan dengan cara konvensional. Untuk menunjang
pembelajaran, internet dapat dimanfaatkan sebagai media untuk memberikan
pelajaran atau materi mata pelajaran.
Bagi peserta didik,
internet akan memudahkan civitas akademika untuk mendapatkan informasi
layanan spesifik akademik dan kemudahan komunikasi antara sesama
peserta didik tanpa mengenal waktu dan tempat, yang berarti akan
meningkatkan proses pendidikan dan keberhasilan pendidikan di intansi
penyelenggara pendidikan tersebut. Dengan E-Learning, proses
pendidikan jarak jauh juga sangat dimungkinkan, yang mumudahkan peserta
didik dimanapun berada untuk belajar mandiri dengan menikmati materi
multimedia, melakukan diskusi dengan seluruh peserta belajar-mengajar di
seluruh dunia, menerima dan mengirim tugas atau ujian, Sarana
komunikasi dan konferensi (kelompok belajar) menyediakan fasilitas
belajar yang lebih efisien dan fleksibel.
Bagi Pengajar atau pendidik,
internet akan meningkatkan kemampuan mengajar sesuai bidangnya, karena
para pengajar dapat akses ke perpustakaan global, jurnal-jurnal global
sehingga basis pengajaran yang diberikan akan selalu dapat diperbaharui
dan akan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini. Dengan ini
diharapkan peserta didik mampu bersaing dengan pelajar/mahasiswa
mancanegara karena referensi ilmunya tidak jauh berbeda, juga
menyediakan fasilitas untuk mendapatkan materi/bahan dan mendukung
kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) ilmu pengetahuan dan
teknologi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar